Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026



photo

SURABAYA, 31 Januari 2026 – Mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana geologi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana 2026 di kawasan Kodaeral V, Pabean Cantikan, Jumat (30/1/2026). Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam arahannya, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Surabaya sebagai kota metropolitan menghadapi beragam risiko bencana, mulai dari banjir rob, angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon dan reklame, hingga ancaman gempa bumi akibat keberadaan jalur sesar aktif di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

“Apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud komitmen moral untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada warga. Kami bersama TNI dan Polri siap menjaga Surabaya,” tegas Eri Cahyadi.

Usai apel, Wali Kota Surabaya melakukan pengecekan langsung sarana dan prasarana penanggulangan bencana yang disiagakan Pemkot. Sebanyak 97 unit kendaraan pemadam kebakaran disiapkan, termasuk 30 unit khusus penyedot genangan air untuk menghadapi potensi banjir.

Pemkot Surabaya juga mengerahkan dua unit robot pemadam kebakaran guna menangani situasi berisiko tinggi, seperti kebakaran di gedung bertingkat atau area dengan potensi paparan bahan kimia, demi melindungi keselamatan personel.

“Kami menyiagakan mobil pemadam hamsat, armada dengan sistem Dismounted Assured Positioning, Navigation, and Timing System (DAPS), hingga mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter. Seluruh personel dan armada terintegrasi dengan Command Center 112 dan Posko Terpadu yang siaga 24 jam,” jelas Eri.

Selain itu, Pemkot Surabaya mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Laut yang menyiapkan mobil layanan medical check-up dan fasilitas kesehatan lengkap. Fasilitas tersebut melengkapi armada pemadam kebakaran milik Pemkot yang telah dilengkapi fitur hyperbaric untuk bantuan oksigen darurat.

Terkait keberadaan sesar aktif, Eri Cahyadi menginstruksikan BPBD Kota Surabaya dan jajaran terkait untuk kembali menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana hingga tingkat kampung dan RT/RW.

“Wilayah yang dilalui sesar sudah kami petakan dan diberikan edukasi. Ke depan akan kami masifkan lagi agar kesiapsiagaan bencana menjadi budaya masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, apel bersama Forkopimda ini juga menjadi bagian dari penerapan sejumlah skema kesiapsiagaan, mulai dari memastikan kesiapan personel dan logistik dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam sistem komando terpadu. Selain itu juga mengutamakan keselamatan petugas dan warga, hingga meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita terus berdoa agar Surabaya dijauhkan dari bencana. Namun secara nyata, kita harus siap dengan penanganan yang cepat, tepat, dan terukur,” pungkas Eri Cahyadi.